Analisis Semiotika "NASI TUMPENG"


Nasi tumpeng sering kita temui disuatu perayaan, seperti perayaan keagamaan, adat, ulang tahun, hingga menyambut musim, nasi tumpeng selalu ada dan sudah menjadi 'simbol' suatu perayaan.
Dalam pandangan masyarakat jawa yang senantiasa sarat dengan simbol-simbol dan pesan moral, maka peran beberapa kuliner yang hadir di setiap bagian profesi ritual tertentu akan memiliki makna-makna penanda yang semiotis.
semiotik awal mulanya diperkenalkan oleh Ferdinand de saussure melalui dikotomi sistem tanda : 'signified' dan 'signifier' dan 'significant' yang bersifat atomistis. konsep ini melihat bahwa makna muncul ketika ada hubungan yang bersifat asosiasi atau in absentia antara 'yang ditandai' (signified) dan 'yang menandai' (signifier). Tanda adalah kesatuan dari suatu bentuk penanda (signifier) dengan sebuah ide atau petanda (signified). dengan kata lain, penanda adalah "bunyi yang bermakna" atau "coretan yang bermakna".

Semiotik atau dalam istilah Roland Barthes ; semiologi-, pada dasarnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things). Menurut Roland Barthes, semiotika memiliki beberapa tingkatan, yaitu : Denotasi,konotasi dan mitos.


Mari kita menggunakan teori Barthes untuk mengulas makna dari nasi tumpeng.

-Secara Denotasi, nasi tumpeng memiliki bentuk kerucut yang ditata diatas tampah yang beralaskan daun pisang dan disekelilingnya tersaji lauk-pauk berjumlah 7 macam.
-Secara Konotasi, nasi tumpeng sudah menjadi simbol perayaan tertentu. Bentuk nasi tumpeng yang kerucut merepresentasi konsep ketuhanan dengan sesuatu yang besar dan tinggi, dan berada dipuncak. selain itu, bentuk yang menjulang ke atas juga menyimbolkan harapan agar tingkat kehidupan manusia semakin 'tinggi' alias sejahtera. Dengan 7 macam lauk-pauk yang melengkapi dan angka 7 tersebut dalam bahasa jawa berarti pitu. Angka pitu ini artinya pitulungan (pertolongan).
-Mitos, berawal dari masyarakat dipulau jawa, Madura dan Bali, kini penggunaan nasi tumpeng sudah menyebar hingga kepelosok nusantara bahkan ke Mancanegara seperti Malaysia,Singapura bahkan Belanda (dikenal dengan nama rijstafel). Pembuatan Tumpeng ini dibuat karena diharapkan nantinya memperoleh berkah dan bimbingan kemudahan dari Tuhan YME hingga tercapai segala maksud yang dicita-citakan.

Berikut makna-makna dari bagian-bagian nasi tumpeng :
1. Nasi Kuning
dalam bahasa jawa disebut sebagai sega kuning. kata kuning bermakna kukuh lan wening. yakni maksud permohonan yang kokoh dan bening. Kuning, juga memberikan makna kukuh (kekokohan) dan wening (kebeningan kesucian hati) dalam menjalankan agama. 
2. Ayam
ayam jantan atau ayam jago biasa digunakan pada nasi tumpeng. pemilihan ayam jago dimaknakan menghindari sifat-sifat buruk ayam jago, seperti sombong, congkak, suka menyela ketika berbicara dan mau menang sendiri.
3.Ikan lele 
Tidak hanya ayam saja, ikan lele juga hadir sebagai pelengkap dari nasi tumpeng. Walaupun banyak orang yang memilih ikan jenis lain untuk menggantikan ikan lele, karna bentuk ikan lele yang kurang menarik. Ikan lele menjadi simbol dari ketabahan dan keuletan hidup. Karena ikan lele mampu bertahan hidup di air yang tidak mengalir dan didasar sungai.
4. ikan teri
Ikan teri sering dijadikan pelengkap pada nasi tumpeng. Ikan teri sendiri bermakna kerukunan dan kebersamaan. Karna ikan teri selalu hidup bergerombol didalam laut.
5. Telur
Selain lauk-lauk yang diatas, telur juga menjadi lauk pauk yang penting dan memiliki makna yang dalam pada nasi tumpeng. Telur menjadi lambang jika manusia diciptakan dengan fitrah yang sama. Telur yang digunakan biasanya telur rebus yang disajikan dengan kulitnya. Sehingga untuk memakannya kita harus mengupas kulitnya terlebih dahulu. Hal ini melambangkan, bahwa semua tindakan harus direncanakan terlebih dahulu (dikupas), dikerjakan sesuai rencana untuk mendapatkan hasil yang sempurna.
6. Sayur Urab
Sayur urab pada nasi tumpeng juga tidak boleh tertinggal. Urab biasanya terdiri dari kangkung, bayam,kacang panjang, taoge,dengan bumbu urab yang terbuat dari sambal parutan kelapa. Sayur ini banyak sekali makna didalamnya, kangkung berarti jinangkung yang berarti melindungi. Bayam dapat diartikan dengan ayem tentrem. Taoge atau kecambah berarti tumbuh. Kacang panjang dapat diartikan sebagai pemikiran yang jauh kedepan. Sedangkan bawang merah diartikan mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang baik buruknya. Dan yang terakhir adalah bumbu urap berarti urip atau hidup atau mampu menghidupi keluarga.
7. Cabe Merah
Cabe merah yang berbentuk kelopak bunga biasanya diletakkan dibagian atas nasi tumpeng. Hiasan cabe ini melambangkan api yang memberikan penerangan yang bermanfaat bagi orang lain.

Komentar